Berdamai Dengan Masa Lalu

16 Aug

http://www.youtube.com/watch?v=0KaxoRXmdSY&feature=related

Link Video ini walau sayangnya saya tidak dengar audionya dan ga bisa diembed dong di wordpress, walaupun tau lagunya. Di kantor ngga ada speaker or headphone -_-. Kebetulan di akhir video Natalie Portman yang berperan sebagai Alice di film Closer ini mengatakan “Hello, Stranger” mengingatkan saya sama judul lagu band bernama Ansaphone yang dimana vokalisnya saya cintai ;) itu hanya kebetulan saja hihi…Closer seperti kita tau bagi yang sudah menonton is a good movie about affairs hehe…

Judul di atas sebenarnya sudah pernah dipakai oleh Mario Teguh hehe, namun saya ngga tau juga apa yang dia bahas waktu itu. Mungkin konteksnya lebih luas. Ok, simpelnya gini, Berdamai Dengan Masa Lalu, dalam hal ini mengenai hubungan cinta di masa lalu baik itu dengan mantan ataupun bukan.Cinta bukan berarti jadian kan (silahkan nangis).

Tapi mungkin yang paling sulit rata-rata berdamai dalam hal ini berbau mantan. Kita lihat dulu apakah kesalahan yang dilakukan. Misal brengsek karena selingkuh. Kita lihat kembali apakah dia masih punya hati? apakah dia masih mau menghargai kita? Setelah semuanya terjadi? Jika tidak, TIDAK USAH DAMAI hihihihi….tapi bukan berarti dimusuhi. Jauhi saja dan hindari jika perlu tidak perlu ada di facebook dan akun2 social media lainnya.

Nah, bagaimana jika dia masih mau menghargai? dan masih punya hati? punya hati di sini bukan berarti dia masih ada rasa dengan kita, melainkan dia masih punya rasa perikemanusiaan at least masih bisa menganggap kita teman. Hard memang, but why not? KRISDAYANTI? dia tidak berperikemanusiaan, karena dia bukan manusia, dia semacam ‘keresek’ yang bahasa inggrisnya ‘plastic bag’. Well, at least Raul is not a friend of Anang hihihiih…(I mean i dunno)

Lalu bagaimana yang masih punya hati itu? yang masih menghargai kita?

1. dia tidak akan menganggap kita remeh

(Contoh yang menganggap remeh: dia tidak peduli dia sudah salah, dia malah marah dan terlihat benci pada kita, seolah-olah kita yang salah. Hal itu terjadi karena tabiat sifat dia memang begitu. Ilfil baginya adalah berarti ‘males bgt’ sama kita dan dia tidak peduli affairnya diketahui oleh kita, tidak ada rasa tidak enak, dan malah dia kadang sengaja menunjukan affairnya pada kita. Ada lho yg gitu. Dan orang semacam ini bisa berubah di saat kita tiba2 terlihat berubah dan tampak penting, namun karena kita sebal terhadapnya, kita cuekin, dia malah marah lagi. KILL HIM/HER!)

2. Dia akan ada usaha untuk memperbaiki hubungan sebagai teman (walaupun malu)

Tidak ada salahnya hal ini kita sambut saja. Hal ini akan lebih mudah di saat kita sudah tidak ada rasa lagi pada orang ini. Atau lebih bagus lagi kita sudah punya yang baru. Ini bisa terjadi misal pada mantan yang menyakiti/affair atau bahkan teman yang nyabet pacar kita.Kalau yang kedua terjadi berarti objek ada 2.Orang2 jenis ini bisa terjadi karena situasi yang tiba-tiba mereka hadapi tanpa rencana. Dan sebelumnya TIDAK ada mindset dalam pikiran mereka bahwa “affair is not good”, “it’s a bad thing”. TIDAK ADA. maka terjadilah! Berbeda dengan misalnya saya (hihi) yang memang sudah dimindset bahwa “i hate affair” “dont cheating” “dont do that”, dsb. Mereka tidak siap untuk ‘tidak melanjutkan’. Namun bukan berarti orang-orang ini jahat. Mereka tetap bisa jadi teman yang baik. (da kumaha deui euy). Bagaimanapun mencari teman lebih sulit daripada musuh. Asalkan mereka terlihat masih respek terhadap kita, dan ada usaha untuk bersikap baik terhadap kita. Toh mereka yang malu, bukan kita. Beban hanya ada dalam diri mereka,bukan kita.Bukannya tidak mungkin orang2 seperti ini akan membantu kita saat kesulitan.

3. Dia (sesuai porsinya) tidak sungkan membantu kita jika dia bisa dan kita butuhkan (after an awkward moment)

Banyaklah kayanya film-film kaya gini ya hehe…

orang2 yang ‘brengsek’ ini hasratnya berjalan di atas logika saat terjadi. Berbeda dengan yang sudah menganut sistem kesetiaan. Sebelum hasrat terjadi, logika sudah jalan.

Lalu bagaimana jika objek yang menyakiti adalah bukan mantan? well, itu akan lebih baik dan mudah. Setidaknya jika mereka bukan mantan, berarti mereka tidak pernah menjadi pacar kita sebelumnya. It means mereka masih berhak menolak kita atau berjalan dengan orang lain selain kita dan membuat kita cemburu. Tergantung komitmennya bagaimana. Walaupun mungkin beberapa cara mereka lakukan dengan cara “ngga banget”. Tapi ya selama mereka bukan pacar kita, kita harus mengerti dan move on saja. Satu hal yang penting, jika kita masih ragu terhadap seseorang yang tampak menyukai kita atau tidak menyukainya atau belum ada rasa dan tidak tau ke depannya bagaimana, lebih baik jangan kasih harapan sama sekali. walaupun itu akan mengecewakannya, itu lebih baik daripada kita mau diajak jalan sekali-dua kali ternyata tiba2 kitanya males dan keburu sama yang lain. Namun jika itu terjadi dan posisi kita adalah yang menyukai orang tersebut dan orang itu sempat mau diajak jalan oleh kita, lalu tiba-tiba dia menunjukan dia dengan orang lain, just let it go, and move on. He/she’s just not that into you, tapi jangan benci dia! siapa kita juga hehe..But how to move on? quickly? maybe on the next blog ;) saya kerja dulu yaa :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: